Kamis, 02 Juni 2011

Surat Terbuka Mualaf Jennifer Jeffries Tentang Makna Menjadi Muslim

NEW HAMSPIRE - Jennifer Jeffries adalah seorang dokter. Dia memutuskan menjadi Muslim di usia dewasa. Berikut ini surat terbukanya seperti yang dimuat di situs being.publicradio.org:
Saya adalah Muslim yang kembali; bersyahadat, masuk Islam. Saya kini tinggal di New Hampshire, sebuah kota dengan 99 persen berkulit putih, seperti saya. Sebagian besar adalah Protestan.
Masa kecil saya dihabiskan di Manchester, yang dulu kental dengan tradisi Katolik. Namun seiring waktu, kota ini menjadi kota multietnis dan agama; tak hanya Katolik, tapi juga Ortodoks, Kristen Protestan dari semua denominasi, Muslim, Yahudi, juga Budha.

Orang-orang pergi ke masjid di hari Jumat. Mereka datang dari Bosnia, Sudan, Somalia, Irak, Pakistan, Indonesia, India, Suriah, dan negara-negara lain. Saya melihat dua "versi" Muslim; mereka yang tertutup rapat, bahkan dengan cadar, dan Muslim yang masih minum dan merokok.

Sebagai seorang mualaf, pengalaman saya diwarnai oleh kehidupan saya sendiri sebagai seorang wanita terpelajar dari kota kecil di New England - dan dengan perjalanan rohani saya sendiri yang dimulai dari Protestantisme.

Menjadi Muslim berarti bagi saya mencari sebuah kedamaian batin melalui penerimaan struktural yang lembut dan konsisten bahwa saya kembali kepada Allah, fokus yang lebih besar dari keberadaan saya. Memakai jilbab mengingatkan saya untuk mempertimbangkan tindakan saya dari perspektif Islam; memuji Tuhan sepanjang hari mengingatkan saya untuk berpikir tentang banyak hadiah saya terima, termasuk karunia pelajaran, bahkan ketika mereka mungkin memiliki aspek-aspek yang tidak menyenangkan pada saat itu.

Sebagai seorang mualaf, saya datang pada Islam secara intens dan sengaja, mencerna tidak seperti yang saya mencerna Kristen sebagai seorang anak, tetapi lebih sebagai orang dewasa. Mempertanyakan dan merenungkan rincian dan implikasi yang tidak jelas bagi saya dalam pengalaman masa kecil saya; Allah. Sebagai seorang mualaf, menjadi Muslim berarti terus-menerus belajar dan bertanya: apa yang harus saya percaya? Apa yang Islam percaya? Apa yang Muslim percaya?

Menjadi Muslim, adalah perjalanan batin yang dahsyat bagi saya. Suara azan, kini terdengar bagaikan himne yang indah bagi saya. Berdiri di shaf perempuan untuk shalat berjamaah sungguh membuat merasa sama dan indah. Meluangkan waktu sepanjang hari untuk berhenti dan berpikir tentang Tuhan sebanyak lima kali memberi saya perspektif tentang betapa relatifnya kesulitan pekerjaan saya.

Menghafal ayat Alquran dan mengulangnya kembali dalam salat memungkinkan saya untuk memikirkan kembali prinsip-prinsip agama dasar, dan bagaimana menerapkannya dalam hidup saya sekarang. Berdiri tegak, membungkuk, membungkuk rendah mengingatkan saya pada salam yang saya pelajari dalam yoga. Namun sungguh indah ketika menggunakan tubuh saya untuk memuji Tuhan, mengisi pengalaman saya sebagai bagian dari dunia Tuhan.

Saya juga menjadi lebih menghargai kehidupan. Menuju peternakan, mengambil domba dan menyembelihnya secara halal, mengingatkan saya pada berharganya hidup dan karunia ang memungkinkan daging untuk tiba di meja makan saya. Saya menyadari di bulan Ramadan bahwa saya bisa menghindari makanan dan minuman dari fajar sampai senja. Hal ini mengingatkan saya pada penderitaan orang lain, dan pentingnya mengendalikan tanggapan pribadi saya sendiri atas aneka kesulitan saya.

Dalam masyarakat multikultural, saya telah memiliki banyak pertanyaan tentang apa budaya dan agama yang berbeda. Juga aneka pendapat yang berbeda.

Feminisme di AS telah membuat menjadi dokter menjadi lebih mudah bagi saya daripada untuk ibu saya 30 tahun sebelumnya.Aku melihat feminisme dengan sudut pandang yang sangat berbeda dalam perspektif Islam.

Islam mencatat bahwa suami dan istri adalah bagian yang sama. Jenis kelamin melengkapi satu sama lain, tidak meniru atau bersaing satu sama lain. Islam mendudukkan laki-laki dan perempuan dengan hak dan kewajiban yang sepadan.

Saya berharap banyak pada komunitas Muslim untuk tidak melihat dunia luar sebagai ancaman, untuk tidak melihat dirinya sebagai lebih dari korban, untuk melihat komunitas yang lebih besar sebagai saudara, bukan saingan. Saya berharap kita akan bekerja untuk memahami perspektif satu sama lain, dan memahami bagaimana perspektif kita sendiri berdampak pada orang lain. Saya meyakinkan untuk melihat kelompok-kelompok antar agama dalam komunitas saya berkumpul untuk belajar lebih banyak tentang satu sama lain, dan mengeksplorasi persamaan dan perbedaan kita bersama-sama. Saya harap saya komunitas Muslim adalah merasa menjadi bagian dari masyarakat yang prural.

Mualaf Steven Longden Kaget Temukan Fakta: Kakek Buyutnya adalah Walikota Muslim Pertama

MANCHESTER - Seperti banyak orang, Steven Longden mengaku identitasnya beragam, baik dalam keluarga, lingkungan, daerah, afiliasi keagamaan, pendidikan, dan hingga etnis. Namun ia kini mengaku bahagia, karena ia kini memiliki "kacamata" untuk memandangnya: keimanannya. "Budaya Islam memainkan peran penting dalam kehidupan saya sekarang," katanya.

Menjadi eksklusif? Steven menggeleng. "Iman saya tidak mengharuskan saya untuk menghindari yang terbaik dari pengaruh budaya lain yang penting dalam hidup saya. Jadi, sebagai seorang mantan Kristen saya dapat bersukacita dalam persahabatan yang saya buat pada tahun-tahun sebelum saya menjadi Muslim," katanya.

Bahkan, ia masih datang ke gereja untuk acara-acara non-agama: pernikahan, merayakan pembaptisan anak seorang kenalan, berpidato saat pelepasan jenazah neneknya yang meninggal. "Saya diterima, dihargai sebagai Muslim, diakui sebagai orang beriman dalam Tuhan," katanya.

Selama bertahun-tahun, ia bahkan belajar bahwa mualaf kerap efektif menjembatani kesenjangan antara teman dan komunitas agama yang berbeda. "Banyak dari kita telah mengembangkan wawasan multikultural dan empati lah yang membantu untuk membawa pemahaman dan kepercayaan antara orang-orang di sekitar kita," katanya.

Ia betul-betul lahir dalam keluarga multilatar belakang. Ia berdarah Inggris, tapi besar di Afrika Timur. Sehari-hari, ia berbahasa Urdu, Swahili, dan Inggris.

Melanjutkan pendidikan ke Inggris, ia menikah dengan gadis kulit putih kelahiran Manchester.

Perjalanan spiritual lah yang menyebabkan pasangan muda ini mengenal Islam. Lama mempelajari, ia yakin Islamlah yang dicarinya. Ia bersyahadat. beruntung, keluarga besarnya mendukung, walau mereka tetap pada keyakinan mereka.

Ia mengakui, menjadi seorang Muslim tidak mudah.
"Tapi Alquran memang menyebut, setiap kita pasti akan diuji,"
katanya.

Ia bukan tak merasakan dampak serangan 11 September yang membuat kaum Muslim menjadi bulan-bulanan di seluruh dunia. Namun ia menjalani dengan sabar. "Tapi di luar itu, setelah menganut islam saya merasakan kedamaian, terpesona dan sadar bahwa sebagai seorang Muslim di Inggris, saya merasa sebagai orang paling istimewa di dunia saat ini," katanya.

Lebih bahagia lagi, katanya, saat suatu hari sang ayah memberitahunya, kakek buyutnya adalah seorang Muslim, 92 tahun lalu. Ia menjadi Muslim pada tahun 1898, tepat pada usia 70 tahun. Ia bernama Robert Reschid Longden, kulit putih generasi pertama yang menganut Islam.

Dibesarkan dalam sekte Israel Kristen, dia naik menjadi Walikota Stalybridge pada tahun 1875. Pada 1850 dia menjadi tertarik pada urusan Kekaisaran Ottoman, yang tidak diragukan lagi, membimbingnya di jalan menuju Islam. Pada 1901 ia menjadi tangan kanan mufti Inggris, Syaikh Abdullah Quilliam, dan terlibat dalam beberapa dialog antaragama pertama di Manchester.

"Penemuan ini mengejutkan dan menempatkan konversi saya ke dalam perspektif dan telah telah menjadi sumber kebanggaan dan kenyamanan bagi keluarga saya, baik Muslim dan non-Muslim, dan masyarakat yang lebih luas. Memang, tidak akan menjadi kejutan bagi Anda, tapi ini sesuatu yang luar biasa bagi saya," ujarnya. Ada nada haru dalam ucapannya...

Sebelum Menjadi Ruqaiyyah, Rosalyn Rushbrook Adalah Penulis Buku-buku Nasrani

Menyebut nama Rosalyn Rushbrook, publik Inggris pasti akan segera ingat buku-buku pengetahuan dasar Kristen. Peraih gelar sarjana teologi di Hull University ini memang aktif menulis buku-buku bertema Kristen untuk penerbit beberapa arus utama. Bahkan, beberapa bukunya direkomendasikan untuk mengajaran di banyak sekolah di Inggris.

Wanita kelahiran tahun 1942 ini menikah dengan penyair George Morris Kendrick pada tahun 1964 dan kemudian memiliki dua anak. Pernikahan mereka berakhir setelah suaminya berpindah menganut agama Scientologis tahun 1986.

Akhir tahun 1986, ia menemukan hidayah. Ia menerima Islam dan mengganti namanya menjadi Ruqaiyyah.

Pada tahun 1990 ia menikah dengan seorang pria kelahiran Pakistan, Waris Maqsood Ali. Namun sembilan tahun kemudian mereka bercerai karena Waris menikahi sepupunya yang masih muda di Pakistan, demi memungkinkan status istri barunya menjadi warga Inggris.

Setelah menjadi Muslim, ia aktif menulis buku-buku keislaman. Ia menjabat sebagai Kepala Studi Keagamaan di William Gee High School, Hull, Inggris. Ia telah menulis lebih dari empat puluh buku tentang berbagai aspek agama, berkonsentrasi pada antara lain indahnya menganut Islam dan pedoman bagi para mualaf.

Banyak dari buku-bukunya diterbitkan oleh Goodword Press dari New Delhi, termasuk Living Islam, The Muslim Prayer Encyclopedia, dan buku-buku konsultasi bagi remaja. Dia pernah diundang oleh Hodder Headlines untuk menulis buku Islam dalam bab World Faiths dalam seri buku populer di seluruh dunia, Teach Yourself

Dia juga telah menciptakan program yang memungkinkan siswa untuk mempelajari Islam. Buku berjudul Islam ini diterbitkan oleh Heinemann Press pada tahun 1986 dan terus dicetak ulang, dan Do-it-Yourself Coursebook untuk menyertainya yang diterbitkan oleh IPCI. Buku ini telah digunakan secara luas di sekolah-sekolah Inggris selama lebih dari 20 tahun, dan studi DIY kini telah diambil oleh banyak orang mahasiswa, dan kelompok swasta tidak hanya di Inggris tapi di beberapa negara.

Dia ada di antara Muslim Inggris pertama yang menerima penghargaan Muslim News Awards for Excellence pada tahun 2001, dan Muhammad Iqbal Award untuk Kreativitas dalam pemikiran Islam.

Berikut petikan wawancaranya dengan BBC soal keislamannya:

Bagaimana menjadi mualaf di mata Anda?

Tak ada yang lebih mudah dari berpindah menjadi Muslim - momen ketika kita menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa Allah itu memang ada, dan seorang pria kelahiran Arab bernama Muhammad adalah utusan-Nya. Kemudian kita bersyahadat. Ini langkah pertama kita menjadi Muslim. Bertakwa, kemudian hati menjadi ihsan.

Dari segi sosial, Islam harus menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Bagi mualaf perempuan, maka artinya ada pertaruhan besar menyangkut pembangunan kepercayaan diri. Tak hanya karena cara berbusana juga berubah -- yang pasti akan disertai perubahan sikap keluarga dan orang-orang terdekat -- juga Anda harus bersiap tak disapa seorang pria pun di masjid manapun yang Anda masuki (ia menyampaikannya dengan sedikit bercanda).

Bagimana makna menerima keyakinan Islam?

Menjadi Muslim, artinya mendapatkan keyakinan universal. Kita tak perlu berpura-pura menjadi orang Arab atau Pakistan, untuk merasa memiliki dan dimiliki oleh Islam.

Kita sekarang tahu ada Muslim di setiap tempat di dunia, dari Eskimo hingga Aborigin.

Kita mungkin mengambil nama Arab, atau kita dapat memilih untuk menjaga nama lama kita, itu tidak terlalu penting.


Ada kekecewaan setelah menjadi Muslim?

Kita telah menjadi cukup dewasa untuk menyadari bahwa tidak setiap Muslim adalah orang suci. Mereka adalah juga manusia biasa dan kebanyakan dari kita jauh dari sempurna.

Kita mungkin akan mendapatkan kekecewaan menemukan bahwa tidak setiap Muslim hidup dengan cara muslim. Tapi al ini tidak membuat kami menyerah atau menuduh mereka bagian dari kemunafikan, kita hanya melakukan yang terbaik untuk hidup kita sendiri dengan cara terbaik yang kita bisa.

Beberapa Muslim sangat spiritual dalam arti Islam benar-benar menjadi tuntunan hidupnya, sementara beberapa hanya ritualistik dalam berislam.

Tapi kami para Muslim 'pendatang' semakin merasa kita dapat mengambil tempat bersama yang lain dalam hal ini umat yang luas atau keluarga, dan selama kita melakukan yang terbaik, Allah akan memberikan balasan atas niat baik kita.


Sumber: BBC, Islam for Today, Republika

Selasa, 31 Mei 2011

Cara Melihat Jumlah Backlink Blog

Backlink adalah salah satu tekhnik SEO (search Engine Optimization). Backlink dapat kita peroleh dengan cara meletakkan link blog/ website kita di blog/ website lain, biasanya dengan cara bertukar link atau memberikan comment di blog website orang lain, dan masih banyak cara yang lainnya.



Backlink sangatlah penting dalam dunia SEO karena semakin banyak backlink semakin banyak kemungkinana kita terindex oleh google bahkan backlink juga bisa meningkatkan PR atau Page rank Website kita yang nantinya akan berpengaruh pada posisi kita di google.



Bagaimana caranya melihat backlink pada website kita, cara melihat backlink blog website sangatlah mudah, cara melihat backlink blog website salah satunya yaitu yaitu dengan mengunjungi situs backlinkwatch.com atau kolom di bawah ini. , tinggal memasukan alamat website kita maka akan keluar jumlah backlink blog website kita . Maish banyak website-website lain yang menyediakan jasa untuk melihat backlink website kita




Your domain:













(eg. iwebtool.com)












Powered by iWEBTOOL

Jumat, 27 Mei 2011

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Membentuk Masyarakat Madani

Unta yang dinaiki Nabi SAW berlutut di tempat penjemuran kurma milik Sahl dan Suhail bin Amr. Kemudian tempat itu dibelinya guna dipakai tempat membangun masjid. Ketika membangun masjid tersebut, Rasulullah turut bekerja dengan kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Setelah pembangunan masjid dan tempat tinggal Rasulullah usai, kini tantangan dakwah menghadang di depan.

Di sinilah fase baru dalam hidup Rasulullah dimulai, suatu fase politik yang telah diperlihatkan olehnya dengan segala kecakapan, kemampuan dan pengalamannya, yang akan membuat orang jadi termangu, lalu menundukkan kepala sebagai tanda hormat dan rasa kagum.

Rasulullah kemudian mempersaudarakan kaum Muslimin. Beliau sendiri bersaudara dengan Ali bin Abi Thalib. Hamzah, pamannya, bersaudara dengan Zaid bekas budaknya. Abu Bakar bersaudara dengan Kharijah bin Zaid. Umar bin Al-Khathab bersaudara dengan Itban bin Malik Al-Khazraji. Demikian pula setiap orang dari kalangan Muhajirin yang kini sudah banyak jumlahnya di Yatsrib, dipersaudarakan pula dengan setiap orang dari pihak Anshar. Dengan persaudaraan demikian, kekuatan kaum Muslimin bertambah kukuh adanya.

Dengan adanya persatuan kaum Muslimin dengan cara persaudaraan itu, Rasulullah merasa lebih tenteram. Sudah tentu ini merupakan suatu langkah politik yang bijaksana sekali dan sekaligus menunjukkan adanya suatu perhitungan yang tepat serta pandangan jauh.

Rasulullah kemudian membuat perjanjian tertulis antara kaum Muhajirin dan Anshar dengan orang-orang Yahudi. Perjanjian ini—disebut Piagam Madinah—berisi pengakuan atas agama mereka dan harta-benda mereka, dengan syarat-syarat timbal balik.

Inilah dokumen politik yang telah diletakkan Muhammad SAW yang menetapkan adanya kebebasan beragama, kebebasan menyatakan pendapat, tentang keselamatan harta-benda dan larangan orang melakukan kejahatan. Ia telah membukakan pintu baru dalam kehidupan politik dan peradaban dunia masa itu. Dunia yang selama ini hanya menjadi permainan tangan tirani, dikuasai oleh kekejaman dan kehancuran semata.

Dalam penandatanganan dokumen ini, orang-orang Yahudi Bani Quraizah, Bani Nadzir dan Bani Qainuqa' tidak ikut serta. Namun tidak kemudian, mereka pun mengadakan perjanjian yang dengan Nabi. Demikianlah, seluruh kota Yatsrib dan sekitarnya benar-benar jadi terhormat bagi seluruh penduduk. Mereka berkewajiban mempertahankan kota ini dan mengusir setiap serangan yang datang dari luar. Mereka harus bekerja sama untuk menghormati segala hak dan kebebasan yang telah disetujui bersama dalam dokumen ini.

Rasulullah sudah merasa cukup lega dengan hasil demikian ini. Kaum Muslimin pun merasa tenteram menjalankan kewajiban agama mereka, baik dalam berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Mereka tidak lagi khawatir dengan adanya gangguan atau fitnah. Ketika itulah Rasulullah menyempurnakan pernikahannya dengan Aisyah binti Abu Bakar.

Dalam suasana yang sudah mulai tenteram, dan kaum Muslimin dapat menjalankan perintah-perintah agama, kewajiban zakat dan puasa mulai pula dijalankan hukumnya. Di Yatsrib inilah Islam mulai menemukan kekuatannya. Ia pun kemudian disebut dengan Madinah, atau kota sang Nabi.

Dalam khutbah pertama yang diucapkannya di Madinah, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang dapat melindungi mukanya dari api neraka sekalipun hanya dengan sebutir kurma, lakukanlah itu. Kalau itu pun tidak ada, maka dengan kata-kata yang baik. Sebab dengan itu, kebaikan akan mendapat balasan sepuluh kali lipat."Dan dalam khutbahnya yang kedua beliau berpesan, "Beribadahlah kamu sekalian kepada Allah dan janganlah mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Benar-benar takutlah kamu kepada-Nya. Hendaklah kamu jujur terhadap Allah tentang apa yang kamu katakan... Hendaklah kamu sekalian saling cinta-mencintai. Allah sangat murka kepada orang yang melanggar janjinya sendiri."

Bukan hanya kata-katanya saja yang menjadi sendi ajaran adanya persaudaraan demikian itu, melainkan juga perbuatan serta teladan yang diberikannya adalah contoh persaudaraan dalam bentuknya yang benar-benar sempurna. Beliau adalah utusan Allah, namun beliau tidak mau menampakkan sebagai penguasa atau raja. Kepada sahabat-sahabatnya, Nabi SAW kerap berpesan, "Jangan memujaku seperti orang-orang Nasrani memuja anak Maryam. Aku adalah hamba Allah. Sebut saja hamba Allah dan Rasul-Nya!"

Rasulullah adalah contoh kekuatan jiwa yang ideal sekali dalam kehidupan ini, suatu kekuatan yang membuatnya sudah tak peduli lagi akan memberikan segala yang ada padanya kepada orang lain. Itu sebabnya sampai ada orang yang mengatakan, dalam memberi, Muhammad sudah tidak takut kekurangan. Beliau sangat keras dalam menahan diri terhadap hidup yang serba materi. Begitu jauhnya menahan diri sehingga lapak tempat dia tidurnya hanya terdiri dari kulit yang diisi dengan serat. Makannya tak pernah kenyang. Beliau pernah makan roti dari tepung sya'ir dua hari berturut-turut. Sebagian besar makannya adalah bubur. Pada hari-hari lain, beliau makan kurma. Bukan sekali saja ia harus menahan lapar. Perutnya kerap diganjal dengan batu untuk menahan teriakan rongga pencernaannya itu.

Begitu juga kesederhanaannya dalam hal pakaian sama seperti dalam makanan. Sungguhpun begitu, dalam hal menahan diri dan menjauhi masalah duniawi bukanlah berarti ia hidup menyiksa diri. Cara ini juga tidak sesuai dengan ajaran agama. Allah SWT berfirman: "Makanlah dari makanan yang baik yang sudah Kami berikan kepadamu." (QS Al-Baqarah: 57).

"Dan tempuhlah kebahagiaan akhirat seperti yang dianugerahkan Allah kepadamu, tapi juga jangan kau lupakan kebahagiaan hidup duniawi. Dan berbuatlah kebaikan kepada orang lain seperti Allah telah berbuat baik kepadamu." (QS Al-Qashash: 77).

Dan dalam hadits beliau bersabda, "Berbuatlah untuk duniamu seolah-olah kau akan hidup selama-lamanya, dan berbuat pula untuk akhiratmu seolah-olah kau akan mati besok."

Rasulullah SAW ingin memberikan teladan yang tinggi kepada manusia tentang arti kekuatan dalam menghadapi hidup, suatu kekuatan yang tak dapat dipengaruhi oleh perasaan lemah, tak dapat diperbudak oleh kekayaan, harta-benda, maupun kekuasaan selain Allah.

Sumber : Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Lisa Smith: Mantan Kru Pesawat Militer yang Terpikat pada Islam

Di pengujung usia 30-an tahun, hati Lisa Smith berlabih pada Islam. "Sepanjang usia saya, baru kali ini saya menemukan sesuatu yang bermakna dalam hidup," kata lajang yang berasal dari latar belakang ateis ini.

Pilihannya pada Islam, sungguh tak diduga kawan-kawannya di unit transportasi Angkatan Bersenjata Irlandia. Bahwa Lisa tengah memilih agama, semua temannya tahu. Ajaran Budhisme, Kristen, katholik, hingga yahudi, semua dilahap. Yang luput dari perhatian mereka, Lisa ternyata juga mempelajari Islam.

Lisa bergabung dengan Pasukan Pertahanan Udara saat berusia 19 tahun. Ia menjadi seorang prajurit selama lima tahun sebelum bergabung dengan Korps Udara, di mana ia bekerja selama dua tahun sebagai pramugari di pesawat jet pemerintah. Dia sekarang bekerja di unit transportasi tentara.

Berasal dari latar belakang yang "tidak beragama", Lisa yakin gaya hidup pestanya adalah bagian dari pencarian untuk menemukan sesuatu yang bermakna dalam kehidupan.

Saya tidak punya banyak landasan iman untuk mencari jawaban, misalnya untuk pertanyaan sederhana: mengapa kita ada di sini, apa tujuan kita dalam hidup aku hanya tahu bahwa kami tidak bisa di bumi ini tanpa alasan."

Lisa menghabiskan tahun-tahun pada pencarian dia untuk pemenuhan rohani, dengan membaca "semua hal". Tato di pergelangan tangannya (yang ia berencana untuk membuangnya dengan sinar laser) tertulis I am that I am, yang dipetiknya dari dialog sebuah film yang didasarkan pada tulisan-tulisan Chris Lawson dalam The Moses Code.

"Saya sudah melalui seluruh tahap spiritualitas, dan kemudian aku berpikir bahwa tidak ada Tuhan, hanya kesadaran Tuhan."

Sama seperti warga kulit putih Irlandia kebanyakan, ia juga membenci Islam. "Saat saya melihat gadis-gadis Muslim, dalam benak saya akan berkata, 'mereka ahli membuat bom'," katanya mengenang.

namun begitu mengenal dekat salah seorang dari mereka, sudut pandangnya berubah. "Mereka tampak begitu damai dan mereka tidak pernah khawatir tentang apapun," ujarnya.

Ketika suatu saat ia berkesempatan membaca Alquran, ia menemukan jawabannya. "Itu petunjuk hidup yang nyata...dan saya merasa banyak pesan-pesan di dalamnya ditujukan untuk saya," ujarnya.

Lisa menghabiskan tiga bulan berikutnya untuk mempelajari Islam. "Hampir 24 jam sehari," katanya mengibaratkan. April 2011, ia bersyahadat.

Ia beruntung, bosnya di Angkatan Udara memberi dukungan atas keputusannya memilih Islam. Sehari-hari, ia mengenakan pakaian dinas dengan topi menutupi rambutnya.

Dia berharap untuk meninggalkan pekerjaan dalam beberapa bulan mendatang "jika saya menemukan suami yang cocok". Ia berencana untuk mengundurkan diri dalam dua tahun ini.

Sumber : Republika

Kamis, 26 Mei 2011

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Pemilik Gelar Al-Amin

Muhammad tinggal dengan pamannya, menerima apa yang ada. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Makkah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pasar-pasar yang berdekatan dengan Ukaz, Majanna dan Dzu'l Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu'allaqat.

Ia mendambakan cahaya hidup yang akan lahir dalam segala manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya hanya dengan dasar kebenaran.

Kenyataan ini dibuktikan oleh julukan yang diberikan orang kepadanya dan bawaan yang ada dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak ia masih anak-anak, gejala kesempurnaan, kedewasaan dan kejujuran hatinya, sudah tampak. Sehingga semua penduduk Makkah memanggilnya Al-Amin (yang dapat dipercaya).

Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, adalah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Makkah. Dengan gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata, "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing. Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing. Aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad."

Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya sendiri.

Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh sebab itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya, Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Makkah, dan memang begitu adanya: Al-Amin.

Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat terasa benar nikmatnya, ialah bila ia sedang berpikir atau merenung. Dan kehidupan berpikir dan merenung serta kesenangan bekerja sekadarnya seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara hidup yang membawa kekayaan berlimpah-limpah baginya. Dan memang tidak pernah memedulikan hal itu. Dalam hidupnya ia memang menjauhkan diri dari segala pengaruh materi.

Bukankah dia juga yang pernah berkata, "Kami adalah golongan yang hanya makan bila merasa lapar, dan bila sudah makan tidak sampai kenyang?" Bukankah dia juga yang sudah dikenal orang hidup dalam kekurangan selalu dan minta supaya orang bergembira menghadapi penderitaan hidup? Cara hidup yang mengejar harta dengan serakah demi pemenuhan hawa nafsu, sama sekali tidak pernah dikenal Muhammad selama hidupnya.

Suatu ketika ia mendengar berita, bahwa Khadijah binti Khuwailid mengupah orang-orang Quraisy untuk menjalankan perdagangannya. Khadijah adalah seorang wanita pedagang yang kaya dan dihormati, mengupah orang yang akan memperdagangkan hartanya itu. Berasal dari Keluarga (Bani) Asad, ia bertambah kaya setelah dua kali menikah dengan keluarga Makhzum, sehingga dia menjadi seorang penduduk Makkah terkaya. Ia menjalankan bisnisnya dengan bantuan sang ayah, Khuwailid, dan beberapa orang kepercayaannya. Beberapa pemuka Quraisy pernah melamarnya, tetapi ditolaknya. Ia yakin mereka itu melamar hanya karena memandang hartanya.

Tatkala Abu Thalib mengetahui, bahwa Khadijah sedang menyiapkan perdagangan yang akan dibawa dengan kafilah ke Syam, ia memanggil keponakannya—yang ketika itu sudah berumur dua puluh lima tahun.

"Anakku," kata Abu Thalib, "Aku bukan orang berpunya. Keadaan makin menekan kita juga. Aku mendengar, bahwa Khadijah mengupah orang dengan dua ekor anak unta. Tapi aku tidak setuju kalau akan mendapat upah semacam itu juga. Setujukah kau kalau hal ini kubicarakan dengan dia?"

"Terserah paman," jawab Muhammad.

Abu Talib pun pergi mengunjungi Khadijah:

"Khadijah, setujukah kau mengupah Muhammad?" tanya Abu Thalib. "Aku mendengar engkau mengupah orang dengan dua ekor anak unta. Tapi buat Muhammad aku tidak setuju kurang dari empat ekor."

"Kalau permintaanmu itu buat orang yang jauh dan tidak kusukai, akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai." Demikian jawab Khadijah.

Kembalilah sang paman kepada keponakannya dengan menceritakan peristiwa itu. "Ini adalah rejeki yang dilimpahkan Tuhan kepadamu," katanya.

Setelah mendapat nasihat paman-pamannya Muhammad pergi dengan Maisara, budak Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir kafilah itu pun berangkat menuju Syam. Perjalanan ini menghidupkan kembali kenangannya tentang perjalanan yang pertama dulu itu. Hal ini membuatnya lebih banyak bermenung, berpikir tentang segala yang pernah dilihat dan didengar sebelumnya; tentang peribadatan dan kepercayaan-kepercayaan di Syam atau di pasar-pasar sekeliling Makkah.

Dengan kejujuran dan kemampuannya ternyata Muhammad mampu benar memperdagangkan barang-barang Khadijah, dengan cara bisnis yang lebih menguntungkan daripada yang dilakukan orang lain sebelumnya. Setelah tiba waktunya kembali, mereka membeli segala barang dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah.

Dalam perjalanan kembali kafilah itu singgah di Mar'z Zahran. Ketika itu Maisara berkata, "Muhammad, cepat-cepatlah kau menemui Khadijah dan ceritakan pengalamanmu. Dia akan mengerti hal itu."

Muhammad berangkat dan tengah hari sudah sampai di Makkah. Ketika itu Khadijah sedang berada di ruang atas. Bila dilihatnya Muhammad di atas unta dan sudah memasuki halaman rumahnya, ia turun dan menyambutnya. Didengarnya Muhammad bercerita dengan bahasa yang begitu fasih tentang perjalanannya serta laba yang diperolehnya, demikian juga mengenai barang-barang Syam yang dibawanya. Khadijah gembira dan tertarik sekali mendengarkan.

Sesudah itu, Maisara pun datang pula yang lalu bercerita juga tentang Muhammad, betapa halusnya wataknya, betapa tinggi budi pekertinya. Hal ini menambah pengetahuan Khadijah di samping yang sudah diketahuinya sebagai pemuda Makkah yang besar jasanya.

Dalam waktu singkat saja kegembiraan Khadijah ini telah berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia—yang sudah berusia empat puluh tahun dan telah menolak lamaran pemuka-pemuka dan pembesar-pembesar Quraisy—tertarik juga hatinya mengawini pemuda ini, yang tutur kata dan pandangan matanya telah menembusi kalbunya. Pernah ia membicarakan hal itu kepada saudaranya yang perempuan—kata sebuah sumber, atau dengan sahabatnya, Nufaisa binti Munya—kata sumber lain.

Nufaisa pergi menjajagi Muhammad seraya berkata, "Kenapa kau tidak mau kawin?"

"Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan perkawinan," jawab Muhammad.

"Kalau itu disediakan dan yang melamarmu itu cantik, berharta, terhormat dan memenuhi syarat, tidakkah akan kau terima?"

"Siapa itu?"

Nufaisa menjawab hanya dengan sepatah kata, "Khadijah!"

"Dengan cara bagaimana?" tanya Muhammad. Sebenarnya ia sendiri berkenan kepada Khadijah sekalipun hati kecilnya belum lagi memikirkan soal perkawinan, mengingat Khadijah sudah menolak permintaan hartawan-hartawan dan bangsawan-bangsawan Quraisy.

Setelah pertanyaan itu Nufaisa berkata, "Serahkan hal itu kepadaku."

Maka Muhammad pun menyatakan persetujuannya. Tak lama kemudian Khadijah menentukan waktunya yang kelak akan dihadiri oleh paman-paman Muhammad supaya dapat bertemu dengan keluarga Khadijah guna menentukan hari pernikahan.

Kemudian pernikahan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman Khadijah, Umar bin Asad, sebab Khuwailid ayahnya sudah meninggal sebelum Perang Fijar. Hal ini dengan sendirinya telah membantah apa yang biasa dikatakan, bahwa ayahnya ada tapi tidak menyetujui perkawinan itu dan bahwa Khadijah telah memberikan minuman keras sehingga ia mabuk dan dengan begitu perkawinannya dengan Muhammad kemudian dilangsungkan.

Di sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad. Dimulainya kehidupan sebagai suami-isteri dan ibu-bapak. Suami-isteri yang harmonis dan sebagai ibu-bapak yang telah merasakan pedihnya kehilangan anak, sebagaimana pernah dialami Muhammad yang telah kehilangan ibu-bapak ketika masih kecil.

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Sang Nabi Terakhir

Khadijah pergi menjumpai saudara sepupunya, Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah seorang penganut agama Nasrani yang sudah mengenal Injil dan sudah pula menerjemahkannya sebagian ke dalam bahasa Arab. Khadijah menuturkan apa yang dilihat dan didengar Muhammad.

Waraqah menekur sebentar, kemudian berkata, "Maha Kudus Ia, Maha Kudus. Demi Dia yang memegang hidup Waraqah. Khadijah, percayalah! Dia telah menerima Namus Besar seperti yang pernah diterima Musa. Dan sungguh dia adalah Nabi umat ini. Katakan kepadanya supaya tetap tabah!"

Khadijah pulang. Dilihatnya Muhammad masih tidur. Dalam tidur yang demikian itu, tiba-tiba ia menggigil, napasnya terlihat sesak dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya. Ia terbangun, manakala didengarnya malaikat datang membawakan wahyu kepadanya: "Hai orang yang berselimut! Bangunlah dan sampaikan peringatan. Dan agungkan Tuhanmu. Pakaianmu pun bersihkan. Dan hindarkan perbuatan dosa. Jangan kau memberi, karena ingin menerima lebih banyak. Dan demi Tuhanmu, tabahkan hatimu." (QS Al-Muddatstsir: 17).

"Waktu tidur dan istirahat sudah tak ada lagi, Khadijah," katanya. "Jibril membawa perintah supaya aku memberi peringatan kepada umat manusia, mengajak mereka, dan supaya mereka beribadah hanya kepada Allah. Tapi siapa yang akan kuajak? Dan siapa pula yang akan mendengarkan?"

Sesudah peristiwa itu, pada suatu hari Muhammad pergi akan mengelilingi Ka'bah. Di tempat itu Waraqah menjumpainya. Sesudah Muhammad menceritakan keadaannya, Waraqah berkata, "Demi Dia Yang memegang hidup Waraqah. Engkau adalah Nabi atas umat ini. Engkau telah menerima Namus Besar seperti yang pernah disampaikan kepada Musa. Pastilah kau akan didustakan orang, akan disiksa, akan diusir dan akan diperangi. Kalau sampai pada waktu itu aku masih hidup, pasti aku akan membela yang di pihak Allah dengan pembelaan yang sudah diketahui-Nya pula."

Sekarang Rasulullah SAW berpikir, bagaimana akan mengajak Quraisy supaya turut beriman, padahal ia tahu benar mereka sangat kuat mempertahankan kebatilan itu. Mereka bersedia berperang dan mati untuk itu. Ditambah lagi mereka masih sekeluarga dan sanak famili yang dekat.

Sementara ia dalam kekhawatiran, sesudah sekian lama terhenti, tiba-tiba datang Jibril membawa firman Allah: "Demi pagi cerah yang gemilang. Dan demi malam bila senyap kelam. Tuhanmu tidak meninggalkan kau, juga tidak merasa benci. Dan sungguh, hari kemudian itu lebih baik buat kau daripada yang sekarang. Dan akan segera ada pemberian dari Tuhan kepadamu. Maka engkau pun akan bersenang hati. Bukankah Ia mendapati kau seorang yatim, lalu diberi-Nya tempat berlindung? Dan Ia mendapati kau tak tahu jalan, lalu diberi-Nya kau petunjuk? Karena itu, terhadap anak yatim, jangan kau bersikap bengis. Dan tentang orang yang meminta, jangan kau tolak. Dan tentang kurnia Tuhanmu, hendaklah kau sebarkan." (QS Adh-Dhuha: 1-11)

Allah SWT kemudian mengajarkan Nabi shalat, maka ia pun shalat, Khadijah ikut pula shalat. Selain puteri-puterinya, tinggal bersama keluarga itu Ali bin Abi Talib sebagai anak muda yang belum baligh.

Tatkala Muhammad dan Khadijah sedang shalat, tiba-tiba Ali menyeruak masuk. Dilihatnya kedua orang itu sedang ruku' dan sujud serta membaca beberapa ayat Al-Qur'an yang sampai pada waktu itu sudah diwahyukan kepadanya.

Ali berdiri tertegun, "Kepada siapa kalian sujud?" tanyanya setelah selesai shalat.

"Kami sujud kepada Allah," jawab Nabi SAW. "Yang mengutusku menjadi nabi dan memerintahkan aku mengajak manusia menyembah Allah."

Lalu Muhammad pun mengajak sepupunya itu beribadah kepada Allah semata, tiada bersekutu serta menerima agama yang dibawa Nabi utusan-Nya, dengan meninggalkan berhala-berhala semacam Lata dan Uzza. Muhammad lalu membacakan beberapa ayat Qur'an. Ali sangat terpesona karena ayat-ayat itu luar biasa indahnya.

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Raja yang Bijak

Kedua orang utusan itu adalah Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabiah. Kepada Najasyi dan para pembesar istana mereka mempersembahkan hadiah-hadiah dengan maksud agar mereka sudi mengembalikan orang-orang yang hijrah dari Makkah itu.

"Paduka Raja," kata mereka, "Penduduk Makkah yang datang ke negeri paduka ini adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka. Mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri, yang tidak kami kenal dan tidak juga paduka. Kami diutus kepada paduka oleh pemimpin-pemimpin mereka, oleh orang-orang tua, paman mereka dan keluarga mereka sendiri, supaya paduka sudi mengembalikan orang-orang itu."

Sebenarnya kedua utusan itu telah mengadakan persetujuan dengan pembesar-pembesar istana, setelah menerima hadiah-hadiah dari penduduk Makkah, mereka akan membantu usaha mengembalikan kaum Muslimin itu kepada pihak Quraisy. Pembicaraan mereka ini tidak diketahui raja.

Tetapi baginda menolak sebelum mendengar sendiri keterangan dari pihak Muslimin. Lalu dimintanya mereka datang menghadap. "Agama apa ini yang sampai membuat tuan-tuan meninggalkan masyarakat tuan-tuan sendiri, tetapi tidak juga tuan-tuan menganut agamaku, atau agama lain?" tanya Najasyi setelah mereka datang.

Yang diajak bicara ketika itu ialah Ja'far bin Abi Thalib. "Paduka Raja," katanya, "Ketika itu kami masyarakat yang bodoh, kami menyembah berhala, bangkai pun kami makan. Segala kejahatan kami lakukan, memutuskan hubungan dengan kerabat, dengan tetangga pun kami tidak baik, yang kuat menindas yang lemah. Demikian keadaan kami, sampai Tuhan mengutus seorang rasul dari kalangan kami yang sudah kami kenal asal usulnya, dia jujur, dapat dipercaya dan bersih pula."

Ja'far melanjutkan, "Ia mengajak kami menyembah hanya kepada Allah Yang Maha Esa, dan meninggalkan batu-batu dan patung-patung yang selama itu kami sembah. Ia menganjurkan kami untuk tidak berdusta untuk berlaku jujur serta mengadakan hubungan keluarga dan tetangga yang baik, serta menyudahi pertumpahan darah dan perbuatan terlarang lainnya. Ia melarang kami memakan harta anak yatim atau mencemarkan wanita-wanita yang bersih. Ia meminta kami menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya. Selanjutnya kami disuruh melakukan shalat, membayar zakat dan berpuasa."

"Karena itulah, tambah Ja'far, "Masyarakat kami memusuhi kami, menyiksa dan menghasut supaya meninggalkan agama kami dan kembali menyembah berhala, kembali membenarkan segala keburukan yang pernah kami lakukan dulu. Oleh karena mereka memaksa, menganiaya, menekan dan menghalang-halangi kami dari agama kami, maka kami pun keluar pergi ke negeri tuan ini. Tuan jugalah yang menjadi pilihan kami. Senang sekali kami berada di dekat tuan, dengan harapan di sini takkan ada penganiayaan."

"Adakah ajaran Tuhan yang dibawanya itu yang dapat tuan-tuan bacakan kepada kami?" tanya Raja itu lagi.

"Ya," jawab Ja'far, lalu membacakan Surah Maryam dari ayat pertama sampai pada firman Allah: "...maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: 'Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?' Berkata Isa, 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali!" (QS Maryam: 29-33).

Setelah mendengar bahwa keterangan itu membenarkan apa yang tersebut dalam Injil, pemuka-pemuka istana terkejut. "Kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Yesus Kristus," kata mereka.

Najasyi lalu berkata (kepada kedua orang utusan Quraisy), "Kata-kata ini dan yang dibawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama. Tuan-tuan pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada tuan-tuan!"

Keesokan harinya Amr bin Ash kembali menghadap Raja dengan mengatakan bahwa kaum Muslimin mengeluarkan tuduhan yang luar biasa terhadap Isa anak Maryam.

"Panggillah mereka dan tanyakan apa yang mereka katakan itu!" perintah Najasyi.

Setelah mereka datang, Ja'far berkata, "Tentang dia, pendapat kami seperti yang dikatakan Nabi kami. Dia adalah hamba Allah dan utusan-Nya, ruh-Nya dan firman-Nya yang disampaikan kepada perawan Maryam."

Najasyi lalu mengambil sebatang tongkat dan menggoreskannya di lantai. Dan dengan gembira berkata, "Antara agama tuan-tuan dan agama kami sebenarnya tidak lebih dari garis ini."

Setelah mendengar keterangan dari kedua belah pihak, nyatalah bagi Najasyi, bahwa kaum Muslimin itu mengakui Isa, mengenal adanya Kristen dan menyembah Allah.

Selama di Abisinia kaum Muslimin merasa aman dan tenteram. Ketika kemudian disampaikan kepada mereka, bahwa permusuhan pihak Quraisy sudah berangsur reda, mereka lalu kembali ke Makkah untuk pertama kalinya. Sementara Rasulullah SAW pun masih di Makkah.

Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Tahun Duka Cita

Beberapa bulan setelah pencabutan blokade, secara tiba-tiba sekali dalam satu tahun saja, Nabi SAW didera duka cita yang sangat mendalam, yakni kematian Abu Thalib dan Khadijah secara berturut-turut.

Waktu itu Abu Thalib sudah berusia delapan puluh tahun lebih. Setelah Quraisy mengetahui ia dalam keadaan sakit yang akan merupakan akhir hayatnya, mereka merasa khawatir dengan apa yang bakal terjadi nanti antara mereka dengan Muhammad dan para sahabatnya. Apalagi setelah ada Hamzah dan Umar yang terkenal garang dan keras.

Oleh sebab itu, pemuka-pemuka Quraisy segera mendatangi Abu Thalib. "Abu Thalib, seperti kau ketahui, kau adalah dari keluarga kami juga. Keadaan sekarang seperti kau ketahui sendiri, sangat mencemaskan kami. Engkau juga sudah mengetahui keadaan kami dengan keponakanmu itu. Panggillah dia. Kami akan saling
memberi dan saling menerima. Dia angkat tangan dari kami, kami pun akan demikian. Biarlah kami dengan agama kami dan dia dengan agamanya sendiri pula," kata mereka.

Rasulullah datang tatkala mereka masih berada di tempat pamannya itu. Setelah diketahuinya maksud kedatangan mereka, beliau berkata, “Sepatah kata saja yang aku minta, yang akan membuat mereka merajai semua orang Arab dan bukan Arab."

"Ya, demi bapakmu," jawab Abu Jahal. "Sepuluh kata sekalipun silakan!"

"Katakan, tidak ada tuhan selain Allah! Dan tinggalkan segala penyembahan yang selain Allah," kata Nabi SAW.

"Muhammad, maksudmu supaya tuhan-tuhan itu dijadikan satu Tuhan saja?" tanya mereka.

Kemudian mereka berkata satu sama lain, "Orang ini tidak akan memberikan apa-apa seperti yang kamu kehendaki. Pergilah kalian!"

Ketika Abu Thalib meninggal, hubungan Rasulullah dengan pihak Quraisy lebih buruk lagi dari yang sudah-sudah. Dan sesudah Abu Thalib, disusul pula dengan wafatnya Khadijah.

Dua peristiwa itu meninggalkan duka cita dalam jiwa Muhammad SAW. Dan pihak Quraisy semakin keras mengganggunya. Yang paling ringan diantaranya ialah ketika seorang pandir Quraisy mencegatnya di tengah jalan lalu menyiramkan tanah ke kepalanya.

Tahukah orang apa yang dilakukan Rasulullah? Beliau pulang ke rumah dengan tanah yang masih di atas kepala. Fatimah, puterinya, lalu datang mencucikan kotoran tersebut sambil menangis. Tak ada yang lebih pilu rasanya dalam hati seorang ayah daripada mendengar tangis anaknya, lebih-lebih anak perempuan.

"Jangan menangis anakku," kata beliau kepada puterinya yang sedang berlinang air mata itu. "Allah akan melindungi ayahmu!"

Setelah peristiwa itu gangguan Quraisy kepada Muhammad SAW semakin
menjadi-jadi. Beliau merasa sangat tertekan.

Terasing seorang diri, beliau pergi ke Thaif, tanpa diketahui orang lain. Beliau berharap mendapatkan dukungan dan suaka dari warga Thaif dan mereka pun akan dapat menerima Islam. Namun ternyata mereka juga menolaknya secara kejam. Mereka menghasut orang-orang pandir agar bersorak-sorai dan memakinya.

Keadaan itu diketahui pula oleh Quraisy sehingga gangguan mereka kepada Muhammad SAW makin menjadi-jadi. Namun hal itu tidak mengurangi semangat Rasulullah dalam menyampaikan dakwah Islam.

Kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah, beliau memperkenalkan diri, mengajak mereka mengenal arti kebenaran. Diberitahukannya kepada mereka, bahwa ia adalah Nabi yang diutus, dan dimintanya mereka memercayainya.

Namun sungguhpun begitu, Abu Lahab, sang paman, tidak membiarkannya. Bahkan dibuntutinya ke mana pun beliau pergi. Dihasutnya orang supaya jangan mau mendengarkan.

Muhammad SAW sendiri tidak cukup hanya memperkenalkan diri kepada kabilah-kabilah Arab pada musim ziarah di Makkah saja. Beliau mendatangi Bani Kindah, Bani Kalb, Bani Hanifah dan Bani Amir bin Sha'sha'ah. Tapi tak seorang pun dari mereka yang mau mendengarkan.

Bani Hanifah bahkan menolak dengan cara yang buruk sekali. Sedang Bani Amir menunjukkan ambisinya, bahwa kalau Muhammad mendapat kemenangan, maka sebagai penggantinya, segala persoalan nanti harus berada di tangan mereka. Namun setelah dijawab, bahwa masalah itu berada di tangan Allah, mereka pun membuang muka dan menolaknya seperti yang lain.

Makin besar penolakan yang dilakukan kabilah-kabilah itu, makin besar pula keinginan Rasulullah untuk menyendiri. Pihak Quraisy pun kian gigih dalam melakukan gangguan kepada para sahabatnya. Beliau pun kian merasakan kepedihan.

Sumber: Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Rabu, 25 Mei 2011

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Isra’ dan Mikraj

Malam itu Muhammad SAW sedang berada di rumah saudara sepupunya, Hindun, putri Abu Thalib yang dipanggil Ummu Hani'.

Ketika itu Hindun berkata, "Malam itu Rasulullah bermalam di rumah saya. Selesai shalat akhir malam, ia tidur dan kami pun tidur. Pada waktu sebelum fajar, Rasulullah sudah membangunkan kami. Sesudah melakukan ibadah pagi bersama-sama kami, ia berkata, 'Ummu Hani', aku sudah shalat akhir malam bersama kamu sekalian seperti yang kau lihat di lembah ini. Kemudian aku ke Baitul Maqdis (Yerusalem) dan shalat di sana. Sekarang aku shalat siang bersama-sama kamu seperti kau lihat.' Kataku, 'Rasulullah, janganlah ceritakan hal ini kepada orang lain. Orang akan mendustakan dan mengganggumu lagi!' Rasulullah menjawab, 'Tapi aku harus menceritakan kepada mereka."

Orang yang mengatakan bahwa Isra' dan Mikraj Muhammad SAW dengan ruh itu berpegang pada keterangan Ummu Hani' ini, dan juga kepada yang pernah dikatakan oleh Aisyah, "Jasad Rasulullah SAW tidak hilang, tetapi Allah menjadikan Isra' itu dengan ruhnya."

Juga Muawiyah bin Abi Sufyan ketika ditanya tentang Isra' Rasul mengatakan, itu adalah mimpi yang benar dari Tuhan. Sebaliknya orang yang berpendapat, bahwa Isra' dari Makkah ke Baitul Maqdis itu dengan jasad, landasannya adalah apa yang pernah dikatakan oleh Rasulullah, bahwa dalam Isra' itu beliau berada di pedalaman. Sedang Mikraj ke langit adalah dengan ruh. Di samping mereka itu, ada lagi pendapat bahwa Isra' dan Mikraj itu keduanya dengan jasad. Polemik sekitar perbedaan pendapat ini banyak terjadi di kalangan ahli-ahli ilmu kalam dan ribuan pula tulisan-tulisan yang sudah dikemukakan orang.

Jadi barangsiapa yang mau menyatakan pendapatnya, bahwa Isra' dan Mikraj itu keduanya dengan ruh, maka dasarnya adalah seperti yang sudah berulang-ulang pula disebutkan dalam Al-Qur'an dan diucapkan Rasulullah. "...Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: 'Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa." (QS Al-Kahfi: 110).

Orang-orang Arab penduduk Makkah tidak dapat memahami semua pengertian ini. Itulah pula sebabnya, tatkala soal Isra' itu disampaikan oleh Rasulullah kepada mereka, mereka pun menanggapinya dengan beragam. Apa yang dikatakannya itu kemudian menimbulkan kesangsian juga pada beberapa orang pengikutnya. Mereka yang tadinya sudah percaya, berbalik arah.

Menurut mereka, masalah ini sudah jelas. Perjalanan kafilah yang terus-menerus pun antara Makkah-Syam memakan waktu sebulan pergi dan sebulan pulang. Mana mungkin Muhammad hanya satu malam saja pergi-pulang ke Makkah? Tidak sedikit mereka yang sudah Islam itu kemudian berbalik murtad.

Mereka yang masih menyangsikan hal ini lalu mendatangi Abu Bakar dan keterangan yang diberikan Muhammad SAW itu dijadikan bahan pembicaraan.

"Kalian berdusta," kata Abu Bakar.

"Sungguh, dia di masjid sedang bicara dengan orang banyak," kata mereka.

"Dan kalaupun itu yang dikatakannya," kata Abu Bakr lagi, "Tentu dia bicara yang sebenarnya. Dia mengatakan kepadaku, bahwa ada berita dari Tuhan, dari langit ke bumi, pada waktu malam atau siang, aku percaya. Ini lebih lagi dari yang kamu herankan."

Abu Bakar lalu mendatangi Nabi SAW dan mendengarkan beliau melukiskan Baitul Maqdis. Abu Bakar sudah pernah berkunjung ke kota itu. Setelah Rasulullah selesai melukiskan keadaan masjidnya, Abu Bakar berkata tegas, "Rasulullah, saya percaya!"

Sejak itu Rasulullah memanggil Abu Bakar dengan "Ash-Shiddiq".

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Pertemuan Tiga Agama Langit

Ajaran-ajaran Rasulullah serta teladan dan bimbingan yang diberikannya telah meninggalkan pengaruh yang dalam sekali ke dalam jiwa orang, sehingga tidak sedikit orang yang berdatangan menyatakan masuk Islam. Dan kaum Muslimin pun makin bertambah kuat di Madinah.

Ketika itulah orang-orang Yahudi mulai memikirkan kembali posisi mereka terhadap Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya. Mereka dengan telah mengadakan perjanjian dengan beliau. Mereka bermaksud merangkulnya ke pihak mereka agar posisi mereka bertambah kuat terhadap orang-orang Kristen.

Akan tetapi ada seorang rabbi yang cerdik-pandai, yaitu Abdullah bin Salam yang telah berhubungan dengan Nabi dan memeluk Islam, merasa khawatir akan muncul hujatan yang dilontarkan orang-orang Yahudi jika mereka mengetahui dirinya telah memeluk Islam. Maka di seluruh perkampungan Yahudi itu, Abdullah mulai difitnah dan diumpat dengan kata-kata yang tak senonoh.

Dalam hal ini, kaum Yahudi juga sepakat akan berkomplot melawan Muhammad SAW dan menolak kenabiannya. Secepat itu pula sisa-sisa orang yang masih musyrik dari kalangan Aus dan Khazraj serta mereka yang pura-pura masuk Islam segera menggabungkan diri.

Kini mulai terjadi konflik antara Rasulullah SAW dengan orang-orang Yahudi, yang ternyata lebih bengis dan lebih licik daripada konflik yang dulu pernah terjadi antara beliau dengan orang-orang Quraisy di Makkah. Dalam perang yang terjadi di Madinah ini semua orang Yahudi berdiri dalam satu barisan menyerang Rasulullah dan risalahnya, menyerang sahabat-sahabatnya—kaum Muhajirin dan Anshar.

Begitu memuncaknya polemik antara orang-orang Yahudi dan kaum Muslimin itu, sehingga acapkali—sekalipun sudah ada perjanjian antara mereka—permusuhan itu berakhir dengan bentrok fisik.

Tak cukup dengan maksud hanya menimbulkan insiden antara Muhajirin dan Anshar, antara Aus dan Khazraj, dan tidak pula cukup dengan membujuk kaum Muslimin supaya meninggalkan agamanya dan kembali menjadi syirik, bahkan lebih dari itu orang-orang Yahudi itu kini berusaha memperdayai Rasulullah.

Pemuka dan pemimpin mereka datang menemui beliau dengan berujar, "Tuhan sudah mengetahui keadaan kami, kedudukan kami. Kalau kami mengikuti tuan, orang-orang Yahudi pun akan juga ikut dan mereka tidak akan menentang kami. Sebenarnya antara kami dengan beberapa kelompok golongan kami timbul permusuhan. Lalu kami datang ini minta keputusan tuan. Berilah kami keputusan. Kami akan ikut tuan dan percaya kepada tuan."

Kemudian turunlah firman Allah: "Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS Al-Maa'idah: 49-50).

Orang-orang Yahudi merasa sesak napas terhadap Rasulullah. Terpikir oleh mereka untuk melakukan tipu-daya terhadap Rasulullah hingga beliau keluar meninggalkan Madinah, seperti yang terjadi karena gangguan-gangguan Quraisy dahulu hingga beliau dan sahabat-sahabatnya keluar meninggalkan Makkah.

Pada waktu polemik antara Rasulullah dan orang-orang Yahudi kian memuncak, delegasi Nasrani dari Najran tiba di Madinah, terdiri dari enam puluh buah kendaraan. Diantara mereka terdapat orang-orang terkemuka, orang-orang yang sudah mempelajari dan menguasai seluk-beluk agama mereka.

Pada waktu itu penguasa-penguasa Rumawi yang juga menganut agama Nasrani sudah memberikan kedudukan, memberikan bantuan harta, memberikan bantuan tenaga serta membuatkan gereja-gereja dan kemakmuran buat kaum Nasrani Najran itu.

Boleh jadi delegasi ini datang ke Madinah hanya karena mereka sudah mengetahui adanya pertentangan antara Nabi dengan orang-orang Yahudi, dengan harapan mereka akan dapat mengobarkan pertentangan itu lebih hebat sampai menjadi perang terbuka. Dengan demikian orang-orang Nasrani yang berada di perbatasan Syam dan Yaman dapat membebaskan diri dari intrik-intrik Yahudi dan sikap permusuhan orang-orang Arab.

Dengan datangnya delegasi ini dan polemiknya dengan Nabi serta dibukanya kancah pertarungan teologis yang sengit antara Yahudi, Nasrani dan Islam, maka ketiga agama samawi sekarang berkumpul. Pihak Yahudi samasekali menolak ajaran Isa dan Muhammad. Sedang pihak Nasrani berpaham trinitas dan menuhankan Isa. Sebaliknya Rasulullah mengajak orang kepada keesaan Allah.

Di manakah ada suatu pertemuan yang hakikatnya lebih besar dari pertemuan yang kini dialami oleh Madinah? Tiga agama samawi bertemu di tempat ini, yang hingga kini saling memengaruhi perkembangan dunia. Di tempat ini ketiganya bertemu untuk suatu tujuan dan cita-cita yang tinggi dan mulia. Ini bukanlah suatu pertemuan ekonomi, juga bukan dengan suatu tujuan materi, yang sampai saat ini dikejar-kejar dunia namun tiada juga berhasil—melainkan tujuannya adalah ruhiyah semata-mata.

Namun dalam hal ini, dibelakang Nasrani dan Yahudi, berdiri ambisi-ambisi politik serta keinginan-keinginan orang-orang yang memiliki uang dan kuasa. Sebaliknya, tujuan dakwah Rasulullah adalah ruhaniah dan perikemanusiaan semata-mata, yang jalannya telah ditunjukkan Allah kepadanya dengan bentuk kata yang dialamatkan kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta seluruh umat manusia.

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Menjelang Perang Badar

Pada permulaan musim gugur tahun kedua Hijrah, Abu Sufyan berangkat membawa perdagangan yang cukup besar, menuju Syam. Perjalanan dagang inilah yang ingin dicegat oleh orang-orang Islam ketika Nabi SAW dulu pergi ke Usyaira. Tetapi tatkala mereka sampai kafilah Abu Sufyan sudah lewat dua hari lebih dulu sebelum ia tiba di tempat tersebut.

Sekarang kaum Muslimin bertekad menunggu mereka kembali. Sementara Rasulullah menantikan mereka kembali dari Syam itu, dikirimlah Talhah bin Ubaidillah dan Sa'id bin Zaid menunggu berita-berita. Mereka berdua berangkat, dan sesampai di tempat Kasyd Al-Juhani di bilangan Haura', mereka bersembunyi, menunggu hingga kafilah itu lewat. Kemudian mereka berdua cepat-cepat menemui Rasulullah guna memberitahukan keadaan mereka.

Sementara itu, Abu Sufyan sudah mengetahui pula akan kepergian Muhammad SAW yang akan mencegat kafilahnya dalam perjalanan ke Syam. Ia khawatir kalau-kalau kaum Muslimin akan mencegatnya bila ia kembali dengan membawa laba perdagangan. Abu Sufyan lalu mengupah Dzamdzam bin Amr Al-Ghifari supaya cepat-cepat pergi ke Makkah untuk mengerahkan Quraisy menolong harta-benda mereka, juga diberitahukannya, bahwa Muhammad dan sahabat-sahabatnya sedang mengancam.

Setibanya di Makkah, ketika berada di tengah-tengah sebuah lembah, Dzamdzam memotong kedua telinga dan hidung untanya dan membalikkan pelananya. Dengan mengenakan baju yang sudah dikoyak-koyak bagian depan dan belakangnya, ia berteriak, "Hai orang-orang Quraisy! Kafilah, kafilah! Harta bendamu di tangan Abu Sufyan telah dicegat oleh Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Kamu sekalian harus segera menyusul. Perlu pertolongan! Pertolongan!"

Mendengar ini Abu Jahal segera memanggil orang-orang di sekitar Ka'bah. Mereka dikerahkan. Sebenarnya orang-orang Quraisy itu sudah tidak perlu lagi dikerahkan, karena setiap orang memiliki saham sendiri-sendiri dalam kafilah itu.

Pada hari kedelapan bulan Ramadhan tahun kedua Hijrah, Nabi SAW berangkat dengan sahabat-sahabatnya meninggalkan Madinah. Dalam perjalanan ini kaum Muslimin didahului oleh dua bendera hitam. Mereka membawa tujuh puluh ekor unta, yang dinaiki dengan cara silih berganti. Setiap dua orang, setiap tiga orang dan setiap empat orang bergantian naik seekor unta.

Dalam hal ini, Rasulullah juga mendapat bagian sama seperti sahabat-sahabatnya yang lain. Beliau, Ali bin Abi Thalib dan Marthad bin Marthad Al-Ghanawi bergantian naik seekor unta. Abu Bakar, Umar dan Abdurahman bin Auf bergantian juga dengan seekor unta. Jumlah mereka yang berangkat bersama Muhammad dalam ekspedisi ini terdiri dari 305 orang, 83 di antaranya Muhajirin, 61 orang Aus dan selebihnya dari Khazraj.

Karena dikhawatirkan Abu Sufyan akan menghilang lagi, mereka cepat-cepat berangkat sambil terus berusaha mengikuti berita-berita tentang orang ini di mana saja mereka berada. Tatkala sampai di Irq Az-Zubya, mereka bertemu dengan seorang orang Arab gunung yang ketika ditanyai tentang rombongan itu, ternyata ia tidak tahu apa-apa. Mereka meneruskan perjalanan hingga sampai di sebuah wadi bernama Dhafiran; di tempat itu mereka turun. Di tempat inilah mereka mendapat berita, bahwa pihak Quraisy sudah berangkat dari Makkah, akan melindungi kafilah mereka.

Ketika itu suasananya sudah berubah. Kini kaum Muslimin dari kalangan Muhajirin dan Anshar bukan lagi berhadapan dengan Abu Sufyan dengan kafilahnya yang berjumlah 30 atau 40 orang itu saja—yang takkan dapat melawan Muhammad SAW dan para sahabatnya, melainkan Makkah dengan seluruh isinya kini keluar dipimpin oleh pemuka-pemuka mereka sendiri guna membela perdagangan mereka itu.

Andaikata pihak Muslimin dapat mengejar Abu Sufyan, dan beberapa orang dari rombongan itu dapat ditawan, unta beserta muatannya sudah dapat dikuasai, maka pihak Quraisy pun tentu akan segera pula dapat menyusul mereka. Karena mereka terdorong oleh rasa cinta terhadap harta dan ingin mempertahankannya. Mereka merasa telah didukung oleh sejumlah orang dan perlengkapan yang cukup besar, dan akan bertempur demi harta mereka.

Rasulullah kemudian bermusyawarah dengan para sahabatnya. Diberitahukannya kepada mereka tentang keadaan Quraisy menurut berita yang sudah diterimanya. Abu Bakar dan Umar juga memberikan pendapat.

Kemudian Miqdad bin Amr tampil seraya berujar, "Rasulullah, teruskanlah apa yang sudah ditunjukkan Allah. Kami akan bersamamu. Kami tidak akan mengatakan seperti Bani Israil yang berkata kepada Musa: 'Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah! Kami di sini akan tinggal menunggu.' Tetapi pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah, kami bersamamu akan turut berjuang juga."

Mereka kemudian berangkat. Ketika sampai pada suatu tempat dekat Badar, Rasulullah pergi lagi dengan untanya sendirian. Beliau menemui seorang orang Arab tua. Kepada orang ini beliau menanyakan tentang Quraisy yang kemudian diketahui bahwa kafilah Quraisy berada tidak jauh dari tempat itu.

Rasulullah kemudian kembali ke tempat sahabat-sahabatnya. Ali bin Abi Thalib, Zubair bin Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash dan beberapa orang sahabat lainnya segera ditugaskan mengumpulkan berita-berita dari sebuah tempat di Badar. Mereka kembali dengan membawa dua orang anak. Dari kedua anak ini Rasulullah mengetahui, bahwa pihak Quraisy kini berada di balik bukit pasir di tepi ujung wadi.

Ketika Rasulullah menanyakan apakah mereka mengetahui berapa jumlah pihak Quraisy, kedua anak itu menjawab, "Tidak tahu!"

"Berapa ekor ternak yang mereka potong tiap hari?" tanya Rasulullah.

"Kadang sehari sembilan, kadang sehari sepuluh ekor," jawab mereka.

Dengan demikian, Nabi SAW dapat mengambil kesimpulan, bahwa pihak musuh terdiri dari antara 900 sampai 1.000 orang. Juga dari kedua anak itu dapat diketahui bahwa bangsawan-bangsawan Quraisy turut serta dalam rombongan tersebut.

Mau tak mau, kini Rasulullah dan para sahabatnya harus berhadapan dengan sebuah rombongan yang jumlahnya tiga kali jauh lebih besar. Mereka harus mengerahkan seluruh semangat dan mempersiapkan mental guna menghadapi pertempuran yang bakal terjadi.

Sejarah Hidup Muhammad SAW: Kemenangan di Badar

Kaum Muslimin harus siap menantikan pertempuran yang sengit dan dahsyat, yang takkan dapat dimenangkan kecuali oleh iman yang kuat memenuhi kalbu, iman dan kepercayaan akan adanya kemenangan itu.

Ketika Ali sudah kembali dengan kedua orang anak yang membawa berita tentang Quraisy itu, dua orang Muslimin lainnya berangkat lagi menuju lembah Badar. Mereka berhenti di atas sebuah bukit tidak jauh dari tempat air, dikeluarkannya tempat persediaan airnya, dan di sini mereka mengisi air.

Hingga keesokan harinya kaum Muslimin masih menantikan kafilah itu akan lewat. Tetapi setelah ada berita-berita bahwa Abu Sufyan sudah lolos dan yang masih ada di dekat mereka sekarang adalah angkatan perang Quraisy, beberapa orang yang tadinya mempunyai harapan penuh akan beroleh harta rampasan, terbalik menjadi layu. Beberapa orang bertukar pikiran dengan Nabi dengan maksud supaya kembali saja ke Madinah, tidak perlu berhadapan dengan mereka yang datang dari Makkah hendak berperang.

Pada pihak Quraisy juga demikian. Perlu apa mereka berperang, perdagangan mereka sudah selamat? Bukankah lebih baik mereka kembali ke tempat semula, dan membiarkan pihak Islam kembali ke tempat mereka. Abu Sufyan juga berpikir begitu. Itu sebabnya ia mengirim utusan kepada Quraisy sambil berpesan, "Kalian telah berangkat guna menjaga kafilah dagang, orang-orang serta harta-benda kita. Sekarang kita sudah diselamatkan Tuhan. Kembalilah!"

Tidak sedikit dari pihak Quraisy sendiri yang juga mendukung pendapat ini. Tetapi Abu Jahal tiba-tiba berteriak, "Kita tidak akan kembali sebelum kita sampai di Badar. Kita akan tinggal tiga malam di tempat itu. Kita memotong ternak, makan-makan, minum-minum khamr, dan kita minta para biduanita bernyanyi. Biar orang-orang Arab itu mendengar dan mengetahui perjalanan dan persiapan kita. Agar mereka tidak lagi menakut-nakuti kita."

Mereka jadi ragu-ragu, antara mau ikut Abu Jahal karena takut dituduh pengecut, atau kembali saja setelah kafilah perdagangan mereka selamat. Namun yang kemudian kembali pulang hanya Bani Zuhrah, setelah mereka mendengarkan saran Akhnas bin Syariq, orang yang cukup ditaati mereka.

Pihak Quraisy yang lain ikut Abu Jahal. Mereka berangkat menuju ke sebuah tempat perhentian, di tempat ini mereka mengadakan persiapan perang, kemudian mengadakan perundingan. Lalu mereka berangkat lagi ke tepi ujung wadi, berlindung di balik sebuah bukit pasir.

Sebaliknya pihak Muslimin, yang sudah kehilangan kesempatan mendapatkan harta rampasan, sudah sepakat akan bertahan terhadap musuh bila kelak diserang. Oleh sebab itum mereka pun segera berangkat ke tempat mata air di Badar itu, dan perjalanan ini lebih mudah lagi karena waktu itu hujan turun.

Setelah mereka sudah mendekati mata air, Rasulullah berhenti. Ada seseorang yang bernama Hubab bin Mundzir bini Jamuh, orang yang paling banyak mengenal tempat itu, bertanya kepada Nabi SAW. "Rasulullah, bagaimana pendapat anda berhenti di tempat ini? Kalau ini sudah wahyu Tuhan, kita takkan maju atau mundur setapak pun dari tempat ini. Ataukah ini sekedar pendapat anda sendiri, suatu taktik perang belaka?"

"Sekedar pendapatku dan sebagai taktik perang," jawab Rasulullah.

"Rasulullah," katanya lagi. "Kalau begitu, tidak tepat kita berhenti di tempat ini. Mari kita pindah sampai ke tempat mata air terdekat, lalu sumur-sumur kering yang di belakang itu kita timbun. Selanjutnya kita membuat kolam, kita isi sepenuhnya. Barulah kita hadapi mereka berperang. Kita akan mendapat air minum, mereka tidak."

Melihat saran Hubab yang begitu tepat itu, Rasulullah setuju, sambil mengatakan kepada sahabat-sahabatnya bahwa beliau juga manusia seperti mereka, dan bahwa suatu pendapat itu dapat dimusyawarahkan bersama-sama dan beliau tidak akan menggunakan pendapat sendiri tanpa melibatkan mereka.

Setelah kolam selesai dibuat, Sa'ad bin Mu'adz mengusulkan, "Rasulullah," katanya, "Kami akan membuatkan sebuah dangau sebagai tempat tinggalmu, kendaraanmu kami sediakan. Kemudian biarlah kami yang menghadapi musuh. Kalau Allah memberi kemenangan kepada kita, itulah yang kita harapkan. Tetapi kalaupun sebaliknya yang terjadi, dengan kendaraan itu, engau dapat menyusul teman-teman yang ada di belakang kita. Rasulullah, masih banyak sahabat-sahabat kita yang tinggal di belakang, dan cinta mereka kepadamu tidak kurang dari cinta kami kepadamu. Sekiranya mereka dapat menduga bahwa engkau akan dihadapkan pada perang, niscaya mereka tidak akan berpisah darimu. Dengan mereka, Allah menjagamu. Mereka benar-benar ikhlas kepadamu, berjuang bersamamu."

Rasulullah sangat menghargai dan menerima baik saran Sa'ad itu. Sebuah dangau buat Nabi lalu dibangun. Jadi bila nanti kemenangan bukan di tangan Muslimin, ia takkan jatuh ke tangan musuh, dan masih akan dapat bergabung dengan sahabat-sahabatnya di Madinah.

Alangkah besarnya kecintaan para sahabat kepada Rasulullah, dan alangkah besarnya kepercayaan mereka pada ajaran beliau. Mereka semua mengetahui bahwa kekuatan Quraisy jauh lebih besar dari kekuatan mereka, jumlahnya tiga kali lipat banyaknya. Namun sungguhpun demikian, mereka sanggup menghadapi dan sanggup melawan. Suasana yang bagaimana lagi yang lebih patut dikagumi daripada ini? Iman mana lagi yang lebih menjamin akan memberikan kemenangan seperti iman mereka ini?

Dan pertempuran pun dimulai. Aswad bin Abdul Asad (Bani Makhzum) keluar dari barisan Quraisy langsung menyerbu ke tengah-tengah barisan Muslimin dengan maksud hendak menghancurkan kolam air yang sudah selesai dibuat. Namun Hamzah bin Abdul Muthalib menyambutnya dengan sebuah pukulan yang mengenai kakinya, hingga ia tersungkur. Hamzah kemudian menebaskan pedangnya, dan Aswad pun tewas di dekat kolam.

Begitu Aswad tewas, Utbah bin Rabi'ah didampingi oleh Syaibah, saudaranya, dan Walid bin Utbah, anaknya, maju ke gelanggang pertempuran. Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abi Thalib dan Ubaida bin Al-Harits, menyambut mereka. Hamzah tidak lagi memberi kesempatan kepada Syaibah, juga Ali tidak memberi kesempatan kepada Walid, keduanya dapat mereka bunuh. Lalu keduanya segera membantu Ubaidah yang sedang terancam oleh Utbah. Melihat kenyataan demikian, Quraisy pun maju menyerbu.

Pada pagi Jumat 17 Ramadan itulah kedua pasukan itu saling berhadap-hadapan. Rasulullah sendiri tampil memimpin pasukan Muslimin, mengatur barisan. Tetapi ketika dilihatnya pasukan Quraisy begitu besar, sedang anak buahnya sedikit sekali, disamping perlengkapan perang yang sangat lemah dibanding dengan perlengkapan Quraisy, beliau kembali ke pondoknya ditemani oleh Abu Bakar. Beliau sangat cemas dengan peristiwa yang bakal terjadi hari itu.

Rasulullah pun menghadapkan wajahnya ke kiblat, dengan seluruh jiwanya menghadapkan diri kepada Allah, membisikkan permohonan dalam hatinya agar Dia memberikan pertolongan. Rasulullah tenggelam dalam doanya.

Dalam keadaan Nabi dan sahabat-sahabatnya yang demikian inilah kedua ayat ini turun: "Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Anfaal: 65-66).

Keadaan kaum Muslimin ternyata bertambah kuat setelah Rasulullah kembali dan membangkitkan semangat mereka. Beliau turut hadir di tengah-tengah mereka, mendorong mereka mengadakan perlawanan terhadap musuh. Beliau menyerukan kepada mereka, bahwa surga telah menanti mereka yang terjun ke medang perang dan terbunuh oleh musuh. Kaum Muslimin pun mengarahkan perhatian mereka pada pemuka-pemuka dan pemimpin-pemimpin Quraisy. Kaum Muslimin hendak mengikis habis sebagai balasan yang seimbang tatkala mereka disiksa di Makkah dulu.

Tatkala Rasul SAW melihat bahwa Allah telah melaksanakan janji-Nya dan setelah nyata pula kemenangan berada di pihak umat Islam, beliau kembali ke pondoknya. Orang-orang Quraisy kabur, namun dikejar terus oleh Muslimin. Yang tidak terbunuh dan tak berhasil melarikan diri, ditawan.

Inilah Perang Badar, yang kemudian telah memberikan tempat yang stabil kepada umat Islam di seluruh tanah Arab, dan yang merupakan sebuah pendahuluan lahirnya persatuan seluruh jazirah di bawah naungan Islam.

Dengan perasaan dongkol orang-orang Makkah lari tunggang-langgang. Mereka sudah tak dapat mengangkat muka lagi. Bila mata mereka tertumbuk pada salah seorang kawan sendiri, karena rasa malunya ia segera membuang muka, mengingat nasib buruk yang telah menimpa mereka semua.

Senin, 23 Mei 2011

Dimulainya Era City

detail beritaMANCHESTER – Setelah 35 tahun, akhirnya Manchester City mengecap sukses. Raihan Piala FA dan tiket otomatis ke Liga Champions merupakan capaian yang tidak mudah, terlebih kala memecahkan dominasi The Big Four Premier League.

Dengan kesuksesan ini, Roberto Mancini, sang pembesut menyatakan masa keemasan City akan mulai dan kesuksesan musim ini hanya permulaan. Mancio, sapaan Mancini juga menghimbau pada pemilik klub, Sheikh Mansour untuk memberinya dana segar jelang dibukanya jendela musim panas mendatang untuk menambah kekuatan armada Eastlands mengarungi kompetisi tertinggi Eropa.

Mancio juga menekankan, selain butuh pemain baru dan melego pemain lama, dia tetap yakin bahwa sang skipper, Carlos “Carlitos” Tevez akan bertahan bersamanya.

“Keberhasilan ini hanya merupakan sebuah awal, kami mampu meraih lebih dari ini di musim-musim mendatang,” tutur Mancio seperti dikutip Soccerway, Senin (23/5/2011).

“Musim ini begitu fantastis. Saya harus berterima kasih pada para pemain,” tambah mantan pembesut Inter Milan tersebut.

“Kami masih butuh waktu untuk mengembangkan diri. Keberhasilan musim ini hanyalah langkah awal dan kami ingin lebih dari ini. Ambisi seperti ini penting bagi kemajuan kami,” lanjut Mancio.

“Kami juga sedang butuh pemain baru. Hal ini lazim, jika kita ingin seperti klub top lain. Mengenai Tevez, saya kira Tevez tetap akan disini musim depan. Alasannya mudah, dia masih terikat lima tahun kontrak bersama City,” pungkas Mancio

Rabu, 18 Mei 2011

City Kudeta Arsenal

Foto: Carlos Tevez mendapat sambutan usai mencetak gol ke gawang Stoke City/DaylifeMANCHESTER – Manchester City sukses menyingkirkan Arsenal dari peringkat tiga klasemen sementara berkat kemenangan 3-0 atas Stoke City. Tiket otomatis Liga Champions pun dalam genggaman.

Ambisi Citizens mengkudeta Arsenal akhirnya terjadi di City of Manchester, Rabu (18/5/2011) dini hari WIB. Di hadapan ribuan pendukungnya, anak-anak asuh Roberto Mancini menekuk Stoke tiga gol tanpa balas.

Dwigol Carlos Tevez (14’ & 65’) serta Jeleon Lescott (53’) menjadi pahlawan yang mengatrol posisi Citizens ke urutan tiga. Dengan menyisakan satu pertandingan, City mengoleksi 68 poin atau unggul satu angka dari Arsenal yang berada di urutan empat.

Citizens tampil menekan sejak menit awal. Memburu tiket otomatis untuk tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa menjadi pelecut semangat Tevez dkk.

Menit delapan Tevez sudah mengancam gawang Stoke yang dijaga Sorensen. Namun, tendangannya masih melebar di atas mistar gawang. Tak berapa lama, kerja sama Tevez dengan James Milner kembali membuat pertahanan tim tamu kerepotan. Tapi upaya memecah kebuntuan belum tepat sasaran.

Baru di menit 14 publik City of Manchester benar-benar bersorak. Striker Argentina membawa klub Eastlands unggul 1-0 melalui sebuah penyelesaian akhir spektakuler.

Aksi satu-dua Tevez dengan Milner terjadi di luar kotak penalti. Tevez kemudian menerobos pertahanan Stoke dan melewati dua pemaian belakang sebelum akhirnya melepaskan tembakan dari jarak dekat.

Stoke, yang menjadi lawan City di final FA Cup akhir pekan kemarin, mencoba memberikan perlawanan terhadap tuan rumah. Di menit 21 nyaris gawang Joe Hart kebobolan setelah melakukan kesalahan mengantisipasi bola. Namun, tendangan Carew yang memanfaatkan bola rebound masih bisa diblok Richards.

City beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan di paruh pertama, namun hingga wasit meniup peluit turun minim, tak ada tambahan gol tercipta.

Tak banyak perubahan di babak kedua. Mancini tetap mengintruksikan pemainnya tampil menyerang demi memperbesar keunggulan. Hasilnya, di menit 53 Lescott ikut mencatatkan namanya di papan skor setelah sundulannya yang memanfaatkan tendangan bebas bersarang di gawang Sorensen.

Mancini kemudian melakukan pergantian pemain. David Silva ditarik keluar dan memasukkan striker Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko. Belum lama di lapangan, mantan pilar Wolfsburg langsung menebar ancaman. Sayang, aksi Dzeko urung berbuah gol.

Citizens terus menekan pertahanan The Potters, hingga akhirnya Tevez mencetak gol keduanya di pertandingan ini. tendangan bebas mantan striker Manchester United bersarang tepat di pojok kiri gawang Sorensen.

Mencetak tiga gol membuat Citizens makin percaya diri. Dzeko hampir saja membuat City makin unggul andai tendangannya tak membentur tiang gawang. Dzeko kembali menebar ancaman di lima menit sisa pertandingan. Sayang, sundulannya masih jauh di atas mistar gawang.

Mancini kemudian mendapat sambutan meriah dari suporter City saat wasit meniup peluit akhir. Di pertandingan terakhir, Citizens akan berhadapan dengan Bolton Wanderers, sementara The Gunners ditantang Fulham. Jika berhasil menang atas Bolton, maka City berhak atas tiket otomatis ke Liga Champions.

Susunan Pemain

CITY: Hart, Richards, Kompany, Lescott, Zabaleta, Milner, De Jong, Silva, Y Toure, Johnson, Tevez / Subs: Vieira, Barry, Wright-Phillips, Given, Kolarov, Dzeko, Boyata

STOKE: Sorensen, Wilkinson, Collins, Shawcross, Wilson, Pugh, Diao, Whelan, Whitehead, Walters, Carew / Subs: Nash, Soares, Jones, Tonge, Delap, Faye, Shotton

Sumber Okezone

Selasa, 17 Mei 2011

File swf di Blogger

Setelah melakukan surfing kesana kemari akhirnya dapet juga cara memasang file swf di blogger hufft... ternyata seperti ini caranya....
  1. Mau tidak mau harus ada file .swf
  2. Buka http://swfcabin.com/ untuk mengupload file .swf
  3. Isi Title ( judul ) file .swf
  4. Kemudian Publish
  5. Berikut hasilnya jika telah di publish
  6. Copy Linknya. Contoh : http://www.swfcabin.com/open/1298725512
  7. Ubah tulisan "open" menjadi "swf-files" (tanpa tanda petik) kemudian tambahkan ekstensi .swf dibelakang url. Contoh : http://www.swfcabin.com/swf-files/1298725512.swf
  8. Copy code ini
    <embed src="kode url yang sudah anda rubah" quality="medium" allowscriptaccess="always" bgcolor="#000000" wmode="opaque" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" align="middle" height="535" width="660"></embed>
    contoh
    <embed align="middle" allowscriptaccess="always" bgcolor="#000000" height="535" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" quality="medium" src="http://www.swfcabin.com/swf-files/1298725512.swf" type="application/x-shockwave-flash" width="660" wmode="opaque"></embed>
  9. Pastekan di blog anda.
NB : untuk mengatur besar kecilnya cukup merubah code angka "height=" dan "widht=" nya..

Dari berbagai sumber

Jumat, 13 Mei 2011

Identitas Bayi alien Mexico akhirnya terungkap !

Mungkin anda sudah pernah mendengar kisah ini beredar luas di Indonesia. Pada tahun 2007, Stasiun TV Mexico menyiarkan berita luar biasa, yaitu mengenai penemuan makhluk yang diduga bayi alien oleh seorang petani di Mexico. Setelah 2 tahun, para peneliti akhirnya mendapatkan titik terang mengenai identitasnya.

Bayi alien itu pertama kali ditemukan oleh Marao Lopez. Marao mengatakan bahwa ia menemukan bayi itu dalam kondisi hidup. Karena terus memberontak, ia lalu membenamkan bayi itu ke dalam ember berisi air sebanyak tiga kali hingga mati. Ia lalu menyerahkannya ke Universitas supaya bisa diteliti oleh para ilmuwan. Penemuan ini dikonfirmasi oleh Jamie Maussan, seorang peneliti UFO.

Menambah misteriusnya kisah ini, beberapa saat setelah penemuan itu, Marao Lopez meninggal secara misterius. Beberapa orang mengatakan bahwa ia terbakar hidup-hidup di dalam mobilnya sendiri. Tapi sekarang, misterinya telah dijawab oleh para ilmuwan. Mayat itu adalah milik seekor monyet tupai (squirrel monkey - saimiri sciureus), yaitu hewan yang habitatnya berada di Amerika selatan dan tengah. Para peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah membandingkan bentuk tengkoraknya. Bagi saya, tengkorak keduanya memang memiliki kesamaan, terutama di gigi dan tulang bagian dagu. Namun jika memang ini adalah tengkorak monyet tupai, maka berarti Marao Lopez telah berbohong ketika ia berkata bahwa ia menemukannya dalam keadaan hidup. Apakah ia tidak bisa membedakan antara alien dengan monyet ? Sayang kita tidak bisa mengkonfrontasinya karena ia sudah meninggal.

Menurut saya, Peneliti UFO Jamie Maussan telah merekayasa kisah ini dari awalnya. Pertama, coba lihat foto bayi alien yang dikatakan masih hidup diatas dan bandingkan dengan foto bayi alien yang sudah menjadi mayat. Bila kita perhatikan baik-baik, maka akan terlihat perbedaan antara keduanya. Terutama di bagian kepala. Artinya, objek yang ada di dua foto tersebut adalah objek yang berbeda.

Keanehan kedua adalah. Banyak foto makhluk tersebut yang dalam kondisi hidup yang beredar. Tapi heran, tidak ada satupun rekaman video yang ada. Satu-satunya rekaman video yang beredar adalah video Jamie Maussan sedang mempresentasikan foto-foto makhluk itu. Inilah kesimpulan saya. Petani tersebut memang menemukan mayat monyet tupai. Jamie Maussan yang mengetahui hal ini kemudian menciptakan cerita bohong ini untuk kemashyuran. Jika kalian melihat foto bayi alien yang diklaim masih hidup, maka bayi alien tersebut lebih mirip manekin (boneka) ketimbang makhluk hidup. Iya kan ?

Oh ya, jika kalian mencari di google, kalian akan menemukan bahwa di kalangan peneliti UFO, Jamie Maussan adalah seseorang yang kredibilitasnya sangat diragukan. Ia dikenal sebagai tukang rekayasa. Contohnya Foto galaksi pernah diklaimnya sebagai foto UFO. Bagi saya, satu-satunya misteri di kisah ini adalah kematian misterius Marao Lopez.

Rabu, 11 Mei 2011

Manfaat Blogroll

Blogroll adalah kumpulan pranala ke beberapa blog yang lain. Blogroll biasanya ditempatkan di baris samping (sidebar) halaman muka kebanyakan blog. Masing-masing penulis blog memiliki kriteria berbeda untuk memasukkan blog lain ke dalam blogroll mereka. Beberapa blogroll dapat berisi daftar weblog yang biasa dibaca oleh penulis dan beberapa pengumpul berita. Wikipedia.

Secara mudahnya, pengertian dari blogroll atau yang biasanya dinamakan tukar link atau link exchange ini merupakan kegiatan saling bertukar link weblog dan website antar pemiliknya, di mana satu pemilik memasang link milik orang lain dan orang lain itu memasang pula link weblog dan website yang memasang link orang tersebut di weblog dan website mereka. Misalkan A mengajak aktifitas blogroll dan telah memasangkan link url atau alamat blog si B, selanjutnya si B membalasnya dengan memasangkan link alamat blog A di blog miliknya. Nah, itulah yang dinamakan dengan blogroll.

Lalu, di mana biasanya blogger memasangkan link blogrollnya itu? Biasanya blogger memasangkan kumpulan link milik teman-temannya itu di bagian sidebar blog agar mudah di lihat oleh banyak pengunjung lainnya.

Manfaat dari blogroll antara lain :

Mampu menambah pengunjung

    Ini adalah manfaat nyata yang bisa kita dapatkan setelah menjalani aktifitas blogroll dengan blogger lain. Bagaimana bisa? Jika kita memasangkan alamat orang lain di blog kita, tentu saja orang tersebut akan bereaksi dengan memasangkan blog kita ke dalam blognya tersebut. Kira-kira apa yang akan terjadi jika blog miliknya itu memiliki jumlah pengunjung yang banyak dan alamat blog kita ditempatkan dalam tepat yang strategis di dalam blognya? Tentu saja sedikit banyak kita akan kecipratan pengunjungnya kan? Karena ini juga bisa dikataka sebagai langkah promosi blog kita kepada orang lain.
Menjalin silaturahmi
    Tidak hanya di dunia nyata saja kita dapat menjalin silaturahmi dengan orang lain, tetapi di dunia blogging pun juga bisa! Dengan blogroll maka akan membuat jalinan silaturahmi kita dengan blogger lain semakin banyak. Dengan begitu, setelah kita memiliki banyak teman di dunia maya akan lebih memudahkan kita jika suatu saat kita memperoleh masalah teknis maupun nonteknis saat blogging. Setidaknya kita sendiri sudah tahu dan bisa merasakan bukan bagaimana enaknya kita jika memiliki banyak teman?
Menaikkan Pagerank
    Sebelumnya, apa sih page rank itu? Secara singkat dijelaskan jika page rank merupakan semacam indikator yang digunakan oleh google untuk menilai sebuah blog atau situs berdasarkan kredibilitasnya. Bagaimana kriteria kredibilitas sebuah blog atau situs itu dinilai oleh google? Yup, salah satunya adalah dengan blogroll ini.

    Jadi begini, jika ada banyak blog atau situs yang memasangkan alamat blog kita di blog atau situs mereka, maka secara otomatis akan banyak link yang mengarah pada blog kita kan? Nah, jika hal demikian ini terjadi maka google akan menilainya bahwa blog kita itu blog yang berbobot atau memiliki nilai kredibilitas tinggi sebab banyak blog atau situs yang merujuk pada blog kita. Asumsinya google adalah blog kita itu sangat penting karena banyak link yang mengarah ke blog kita, makanya google pun akan menaikan page rank blog kita menjadi lebih baik. Lazimnya interval page rank yang diberikan goole ini antara 0 sampai 10. Semakin besar angka page rank kita maka akan semakin bagus kualitas blog kita di mata google. Biasanya google mengupdate penilaian atas page rank ini setiap tiga bulan sekali.
    Kalau begitu, tunggu apa lagi untuk melakukan blogroll dengan teman-teman blogger lainnya? Akan tetapi, apakah kalian ada yang belum tahu bagaimana cara melakukannya?

    Yup, jika ada yang mungkin masih belum jelas tentang cara melakukannya silakan saja baca terlebih dahulu postingan blog ini tentang fitur rancangan yang ada di blogger pada beberapa hari yang lalu.

    Dari Berbagai Sumber

    Selasa, 10 Mei 2011

    Jenis Tulisan di sebuah Blog

    Seperti yang telah kita ketahui bersama jika sebuah blog layaknya sebuah media untuk menyalurkan apapun yang ingin kita bagikan maupun apapun yang ingin kita ekspresikan. Nah, kebanyakan dari semua itu, tulisanlah kebanyakan yang selalu dipublikasikan dalam sebuah blog milik seorang blogger. Walaupun tidak jarang dalam beberapa blog kita menemukan ada video, ebook, lagu, foto, dan konten lainnya yang lebih mendominasi untuk dipublikasikan.

    Bagi kalian yang dalam blognya lebih banyak mempublikasikan postingan tulisan, tahukah jika ada beberapa jenis tulisan
    yang terangkum dalam beberapa kategori yang biasanya sering kita munculkan dalam sebuah blog? Apa saja jenis tulisan itu?

    .:: Tulisan solusi
      Yup, biasanya inilah jenis tulisan yang paling banyak digemari oleh pengunjung blog. Karena dalam tulisan jenis ini akan selalu mengulas bagaimana sih langkah-langkah atau cara atau metode yang digunakan untuk menghasilkan sebuah solusi atas sebuah permasalahan yang terjadi. Biasanya jenis tulisan ini juga di awali dengan kata “bagaimana..” sehingga ada yang menyebutnya sebagai tulisan “how to..”. Dalam membuat jenis tulisan seperti ini kita diharapkan mampu untuk menguasai sebuah permasalahan yang sedang terjadi. Misalnya kita ingin mengulas sebuah permasalahan tentang bagaimana cara belajar secara efektif? Tentunya dalam tulisan tersebut kita harus benar-benar matang tentang apa saja informasi yang kita berikan di dalamnya. Paling tidak kita sudah pernah mempraktikannya sendiri atau memiliki beberapa referensi pendukung terpercaya agar tulisan kita nantinya benar-benar berbobot kualitasnya dan tidak asal nulis yang akhirnya akan menyesatkan pembaca. Wah, cukup sulit bukan..?

      Tapi, yakinlah jika tulisan jenis ini memang tipe tulisan yang cukup banyak dicari orang untuk dibaca.

    .:: Tulisan sebuah definisi
      Jenis tulisan definisi memang kurang banyak dimunculkan oleh semua blogger. Karena jenis tulisan ini memang memerlukan pemahaman yang begitu luas dan kita pun harus benar-benar memahami layaknya ahli dalam bidang ini. Sungguh hal yang memalukan bukan jika kita asal menuliskan definisi sebuah hal tanpa mengetahui apa sebenarnya definisi asli serta substansi dari perihal tersebut. Selain malu jika dibaca oleh orang yang mengerti, kita pun akan dicap sebagai blogger penipu karena menyampaikan informasi yang salah dan cenderung menyesatkan..!

      Jadi, persiapkan dahulu materi apa saja yang kita butuhkan untuk menulis jenis tulisan ini. Paling tidak harus ada beberapa materi pokok yang mendukung kita sebagai referensi terpercaya untuk menulis agar tulisan kita memiliki dasar ilmiah yang kuat jika kita tidak memiliki keahlian apapun di bidang tersebut. Meski demikian, jika kita mampu untuk menuliskan sebuah tulisan definisi dengan bagus, bukan tidak mungkin jika para pembaca akan merasa kagum dengan kita, dan akhirnya kita pun dengan sendirinya akan mendapatkan predikat sebagai seseorang yang ahli atau berkompeten dalam bidang yang telah kita tuliskan definisnya tadi.

      Usahakan untuk mencoba memberikan semacam sudut pandang pribadi untuk jenis definisi sebuah hal tertentu disamping mengacu pada beberapa definisi ahli. Karena dengan begitu kita pun dapat ikut untuk menyalurkan aspirasi pemikiran kita untuk definisi tersebut. Kita juga dapat menambahkan link-link keluar untuk memperkokoh kredibilitas kandungan tulisan kita seperti ke wikipedia, dsb.

    .:: Tulisan simulasi
      Jenis tulisan ini biasanya berupa langkah-langkah yang secara sistematis untuk membuat sebuah hal tertentu. Biasanya jenis tulisan ini diawali oleh kata angka seperti “3 cara..”. Disamping akan mengikat banyak pengunjung karena tampilan judulnya yang menggoda untuk dibaca, tulisan jenis ini juga akan lebih mudah untuk dicerna karena tersusun secara sistematis melalui langkah yang bertahap berurutan.

      Dalam membuat tulisan semacam ini memang kita tidak perlu menjadi ahli dibidangnya. Yang penting adalah kita tahu tentang apa yang sedang kita tuliskan, dan selebihnya kita bisa mencari referensi lain yang dibutuhkan. Usahakan juga dalam membuat tulisan seperti ini kita dapat menysipkan materi pemecahan masalah. Mengapa? Karena seorang pembaca itu umumnya suka sekali dengan pengetahuan-pengetahuan baru yang mengulas tentang solusi permasalahan sebuah hal.

    .:: Tulisan opini
      Tulisan jenis ini menggambarkan bagaimana opini kita terhadap sebuah permasalahan yang sedang terjadi. Tulisan ini biasanya termuat dalam blog yang mengulas tentang masalah politik. Karena biasanya ladang politik itu sangat luas, sehingga permasalahan apapun di bidang apapun akan termuat untuk dibahas secara tuntas di dalamnya. Bisa dalam bidang opini untuk pertanian, keuangan, perikanan, pertambangan, pariwisata, dsb.

      Terlepas dari itu, jenis tulisan ini biasanya juga dipakai oleh blogger yang menuliskan blognya yang bersifat pribadi dalam mengulas kehidupannya. Dalam menuliskan hal-hal tertentu mereka akan banyak menambahkan opini-opini mereka di dalamnya. Karena pada dasarnya dalam blog pribadi ini seorang blogger akan mencurahkan seluruh ekspresi pemikiran dan perasaan mereka ke dalam sebuah tulisan yang merupakan catatan-catatan perjalanan hidupnya.

    .:: Tulisan e-course
      Yup, inilah jenis tulisan yang paling jarang ditemui di banyak blog. Jenis tulisan e-course ini biasanya mengandung semacam pelatihan untuk mengajarkan membuat sebuah hal kepada pengunjungnya. Misalnya “cara membuat sebuah kompor”. Di dalamnya kita harus menjelaskan secara keseluruhan tentang satu proses membuat kompor sampai selesai. Meski jarang di temui, tapi umumnya tulisan semacam ini juga banyak diminati pembaca karena pengetahuan yang tertuang di dalamnya akan sangat berguna bagi orang lain. Dan sekali lagi, gunakan referensi terpercaya sebagai acuan jika kita ingin menuliskan sesuatu tapi tidak memiliki cukup keahlian di bidangnya.

      Jenis tulisan yang mendominasi muncul dalam sebuah blog memang biasanya dipengaruhi oleh seperti apa tipe blogger yang mengelola blog tersebut. Akan tetapi, apapun jenis tulisan kita yang terpenting bagi seorang blogger adalah menulis untuk berkarya. Baik itu hasil pemikiran sendiri maupun hasil ulasan ulang dari pendapat seorang ahli. Yang penting adalah bukan hasil bajakan yang pada akhirnya akan menghancurkan moralitas seorang blogger yang terbiasa melakukan kecurangan seperti hal tersebut.

    Jangan ada paksaan dalam menulis. Menulislah dengan hati, karena apapun yang berawal dari hati pasti kembalinya akan ke hati juga kan..? Perhatikan juga etika dalam menulis. Jangan asal menyalin tulisan orang tanpa memberikan sumber aslinya. Jangan ada unsur melecehkan atau merendahkan apapun. Karena pada dasarnya di dalam kita menulis tujuannya adalah untuk berbagi kebaikan dan manfaat, bukan berbagi keburukan kepada orang lain.

    Bagaimana? Mudah bukan? Yang pertama kali harus kita tanamkan adalah niat dalam menulis.

    Apapun jenis tulisan kita, asal kita mengemasnya dalam balutan tulisan yang menarik dan bemanfaat pasti tulisan kita tersebuta akan banyak dicari orang, hingga akhirnya blog kita pun akan ramai dikunjungi oleh pembaca-pembaca setia.

    Dari berbagai sumber